Pada tahun 1970-an masalah disiplin terbesar yang dihadapi berbagai sekolah adalah datang terlambat, tidak membuat pekerjaan rumah, ngobrol di kelas, berkelahi, lupa memakai seragam, berpakaian seenaknya, kaburr dari sekolah, dan merokok di WC sekolah. Pada tahun 200-an masalah yang dihadapinya telah berubah menjadi tawuran antar sekolah, narkoba, vandalisme, pencurian handphone, dan seks pranikah
Pada tahun 1980-an mahasiswa Indonesia yang bersekolah di amerika serikat urunan berlangganan majalah tempo yang di pesan lewat perusahaan vita Bahari di New York. Mahasiswa Indonesia menerima tempo dua minggu setelah majalah itu beredar di Indonesia dan masing-masing mendapatkan giliran membaca selama tiga hari. Pada akhir tahun 1990-an mahasiswa Indonesia tidak ada lagi yang berlangganan majalah, semua berita dapat diakses saat diterbitkan di internet.
Masih banyak lagi perubahan yang terjadi di dunia ini, waktu berubah, tatanan masyarakat berubah dan sikap-sikap manusia pun ikut berubah. Seperti osama bin laden yang dulu dianggap pahlawan oleh bangsa Amerika karena berperang melawan kekuasaan komunis (Uni Soviet) di Afganistan. Ketika perang dingin sudah berakhir Amerika berubah dan bin Laden menjadi musuh nomor satu yang palin dicari oleh Amerika. Teknologi mengubah segalanya mengubah mobilitas manusia, jangkauan, wawasan, cara berkomunikasi, memimpin dan mengelola perusahaan, kalau ia dikelola dengan baik maka akan memberikan kesejahteraan bagi semua yang terlibat di dalamnya. Banyak orang dan perusahaan melakukan perubahan dan berhasil tetapi tak sedikit pula yang gagal dan gulung tikar.
Di Indinesia, perusahaan-perusahaan datang dan pergi berganti-gantian. Pada tahun 1970-an industri jamu dikuasai oleh jamu jago dan nyonya meneer. Tetapi pada tahun 1980-an peran itu diambil alih oleh air mancur dan begitu seterusnya makin jaman terus berubah dan perusahaan-perusahaan yang tadinya menguasi tergantikan karena ada yang lebih menarik dan lebih bias di teriama oleh masyarakat.
Perubahan adalah pertanda kehidupan
Kehidupan slalu ditandai dengan perubahan dan begitupula manusia yang hidup akan slalu terus berubah. Hari ini adalah seorang bayi yang hidupnya tergantung orang lain. Esok ia adalah makhluk kecil yang belajar berjalan dan sesekali jatuh, lalu berlari dengan kedua tangan dan kakinya. Setelah itu ia menjadi makhluk dewasa yang menghadapi bermacam-macam persoalan. Kadang senang dan tertawa lebar, kadang hidup susah dan menangis.
Ari de Geus (1997) menandakan bahwa sebuah perusahaan pada dasarnya adalah sesosok makhluk hidup (a living organism). Karena ia hidup maka ia dilahirkan, sakit, tua, dan dapat mati seperti makhluk hidup lainnya, kalau perawatannya baik maka ia bias saja berumur panjang seperti pada perusahaan di Swedia yang awalnya bergerak di bidang pertambangan sampai saat ini masih sehat kendari sudah berumur 700 tahun.
Setelah menjadi tua, sebagian besar tentu saja tidak dapat menghindari “penyakit tuanya” yang mengesankan “mati segan hidup tak mau” berarti tidak dapat berguna lagi sehingga perusahaan itu menjadi bangkrut dan tidak bias beroprasi lagi dan pada saat ini banyak sekali perusahaan yang kurang dirawat dan di perhatikan sehingga terbengkalai dan akhirnya “mati”
Dalam bahasa manajemen, pembaharuan diartikan sebagai sebuah upaya agar membuat hidup kitaatau cara kita bekerja dan merespon dunia ini lebih fit dengan kebutuhan lingkungan baru itu. Dengan mengubag diri kita tidak terjadi terasing lagi dengan dunia luar, atau bahkan tidak tereliminasi sama sekali. Siapapun yang masih melakukan cara-cara lama pasti tidak akan bertahan
Apa perubahan selalu membawa pembaruan?
Beberapa hal yang dapat mengakibatkan perubahan tidak membawa hasil seperti yang diharapkan:
1. Kepemimpinan yang tidak cukup kuat
Tanpa kekuatan kepemimpinan perubahan tak cukup bersenergi untuk bergulir seperti yang diharapkan.
2. Salah melihat reformasi
Reformasi sering hanya dianggap reorganisasi oleh para birokrat. Tujuan perubahan adalah mengubah manusia, bukan mengubah organisasi.
3. Sabotase ditengah jalan
Perubahan akan menghadapi tantangan, khususnya dari mereka yang tidak menyukai pemimpin baru, atau mereka yang khawatir kenikmatan-kenikmatan yang selama ini diperoleh akan hilang begitu saja.
4. Komunikasi yamg tidak begitu bagus
Komunikasi yang tudak begitu bagus akan menyulitkan diri sendiri karena pemimpin tidak akan pernah menang melawan persepsi.
5. Masyarakat yang tidak cukup mendukung
Dukungan masyarakat tidak sama dengan ucapan para pengamat. Dukungan mereka terlihat dari tindakan-tindakan riil ketika suatu upaya digulirkan.
6. Proses “buy-in” tidak berjalan
Perubahan yang baik harus dirasa dimiliki oleh seluruh masyarakat oleh organisasi
Berbagai cara makhluk hidup menghadapi perubahan. Ada yang menciptakan masa depan dengan malakukan perubahan secara antisipatif (anticipatory change), namun tak sedikit pula yang harus berjaga-jaga dan malakukan perubahan secara reaktif ( reactive change), atau bahkan berubah melalui krisis (crisis change).
Begitulah kehidupan, berubah dan diubah, mempengaruhi dan dipengaruhi. Semua melewati pasang surut, kadang perubahan yang mereka ciptakan menghasilkan kesejahteraan dan kesenangan, tapi kadang kesenangan bisa membuat mereka merasa nyaman dan malas.
PERUSAHAAN-PERUSAHAAN MELEWATI KURVA “S”
Karena perusahaan juga merupakan makhluk hidup maka ia pun mengalami pasang surut mengikuti pola “kurva S”. Di Indonesia, perusahaan-perusahaan besar seperti Astra Internasional, Garuda Indonesia, BNI, BCA, Gudang Garam, dan Jamu Potret Nyonya Meneer pasang surut melewati masa-masa sulit dan berganti-gantian.
Garuda Indonesia pun pernah mengalami masa-masa jaya. Bahkan di Asia ia pernah menjadi armada kedua terbesar yang menguasai jalur-jalur penerbangan yang penting. Garuda di tahun 1990-an akhirnya memasuki masa-masa sakit karena salah urus dan kurang cepat merespons perubahan. Di akhir tahun 90-an, perusahaan ini hampir saja ditutup karena jumlah utang-utangnya telah melampaui modalnya sendiri dan cash-flow-nya negative. Tapi Garuda kemudian berhasil diselamatkan pada awal tahun 2000-an, setelah dilakukan restrukturisasi, turnaround, dan perubahan manajemen. Tetapi di tahun-tahun 2003-2004, pola persaingan masih terus mengubah Garuda, sehingga masa depanya pun kembali terancam. Munculnya airlines bertarif rendah dengan semangat tinggi telah mengubah prefensi konsumen.
Tetapi perubahan tidak melulu terjadi demikian. Selain perubahan-perubahan besar akibat pertikaian keluarga pemilik, meninggalnya pendiri, salah urus perusahaan, hal-hal mendasar lainnya, ada pula perusahaan yang terjadi perlahan-lahan dan kurang direspons oleh manajemen dengan bijak.
Diluar negeri, ribuan perusahaan terkemuka juga bertarung dengan perubahan. Demikian pula dengan General Electric, yang dulu didiriakan oleh si jenius Thomas Alfa Edison, yang beruntung memiliki Jack Welch. Xerox, Apple Computer, IBM, Mitsubishi, Canon, Harley Davidson, dan perusahaan-perusahaan terkemuka lainya pernah mengalami nasib yang sama. Perusahaan-perusahaan itu mengubah dan di ubah. Harley sukses karena mampu memenuhi keinginan pelanggan. Tapi Harley pernah ditinggalkan kala ia tidak mampu lagi memenuhi keinginan pelanggannya akan sepeda motor besar yang berkualitas tinggi.
Konsumen dari masa ke masa berubah sehingga tuntutan prioritas pelayanan mereka pun mengalami perubahan. Seperti perminum kopi yang dulu hanya mampu membeli kopi bubuk yang dicampur bubuk jagung dan beras, sekarang mereka sudah beralih membeli kopi instan atau membelinya di sebuah kedai kopi sambil menikmati gaya hidup. Perubahan selera dan daya beli konsumen harus direspon oleh produsen, baik dalam konsep bisnis yang mampu mejawab, maupun skala usaha dan perubahan-perubahan internal yang menyangkut kualitas mesin, SDM, permodalan, dan sebagainya.
Excelso Menantang Kedai Kopi Asing
Kalau anda menemukan kedai kopi Excelso di Shanghai Square, jangan salah, itu memang kedai kopi dari Indonesia yang belakangan mencoba ekspansi ke luar negeri. Pranoto sebagai General Manager PT Excelso Multi Rasa mengakui, pihaknya memang terdorong agresif gara-gara menyaksikan pertumbuhan dan publisitas kedai kopi bermerek akhir-akhir ini. Dulu, pemilik Grup Kapal Api, Soedomo Margonoto, berprinsip lebih baik low profile dan tidak perlu berhubungan dengan media masa.
Dalam pandangan Rhenald Kasali, pakar pemasaran dari Uneversitas Indonesia, penetrasi kafe Excelso patut diacungi jempol. Strateginya tepat ketika mencoba mengangkat citra merek ke kelas yang lebih tinggi. Kehadiran Excelso, selain mengangkat citra merek Grup Kapal Api, juga berpotensi melahirkan kedai kopi dengan merek yang kuat. “merek yang mereka gunakan memberikan citra sangat internasional,”.
Sudah pasti merek itu tidak akan berbunyi kalau tanpa diikuti implementasi elemen-elemen strategi pemasaran lainya secara tepat. Pada tahap awal, jelas, soal pemilihan lokasi gerai. Bukan rahasia lagi, sukses bisnis ritel seperti kafe ditentukan lokasi, lokasi dan lokasi.
Agar bisa menjaring lapisan yang lebih luas, EMR membuat tiga jenis kedai kopi Excelso dengan target pasar dan positioning berbeda. Pertama, Kafe Excelso. Ini merupakan jenis kedai kopi pertama yang dikembangkan. Targetnya kalangan professional, eksekutif, dan ekspatriat. Umumnya, Kafe Excelso didesain dengan warna warm dan natural. Kedua, Excelso Express. Dikembangkan dengan positioning sebagai take away coffee shop yang mengedepankan kepraktisan minum kopi sehingga biasanya hanya berbentuk counter atau cart. Menu makanan dan minuman ditawarkan terbatas. Demikian pula media penyajiannya, hanya menggunakan piring dan gelas plastic yang selepas pakai bisa langsung dibuang. Berbeda dari Kafe Excelso, Excelso Express lebih didasarkan pada anak muda, mahasiswa, dan peminat kopi yang ingin praktis. Ketiga, de’Excelso. Tipe kafe ini bisa dikatakan paling eksklusif dibanding dua lainnya. Konsepnya, kata Pranoto, perpaduan antara kafe dan resto sehingga pilihan menu makanan dan minuman lebih banyak dan bahan baku menu juga lebih baik. de’Excelso didesain lebih artistik, dengan layanan lebih personal. Gelas dan piring didesain khusus, lebih mewah. Bila di kafe Excelso kursi tamu hanya dari kayu tanpa alas sofa, di de’Excelso semua kursi berlapis sofa nyaman.
Tentu saja, EMR melengkapi kedai-kedai Excelso dengan sejumlah keunikan. Jam operasional Excelso tak berbeda dari kafe lain. Untuk gerai di perkantoran, Excelso buka pukul 7 pagi sampai 10 malam, sedangkan di mal pukul 10 pagi hingga 9 malam. Dari sisi harga, demi mendapatkan derajat deferensiasi dari para competitor, tampaknya manajemen EMR sengaja memosisikan kafenya tak setinggi sejumlah kafe asing. Hal ini dilihat dari harga minuman dan makanan, yang lebih terjangkau dibanding kedai kopi asing.
Sementara itu, bila diamati, pada jaringan Excelso memang tak ada jenis hiburan tertentu sebagaimana banyak dikembangkan sejumlah pengelola kafe. Misalnya, music hidup. Menurut Pranoto, sedari awal pihaknya ingin mengedepankan keunggulan menu kopi ketimbang elemen penarik lain.
Sentuhan personal juga diberikan saat menangani tamu. Di jaringan Excelso, tamu tak perlu antre di depan counter memesan menu. Tamu tak perlu beranjak dari tempat duduk. Tak heran, untuk itu karyawan per gerai di Excelso cukup tinggi : 17-19 orang untuk dua shift.
Menurut Pranoto kembali, pihaknya mengeluarkan menu tiap tiga bulan, baik di segmen minuman atau makanan. Dalam hal ini, EMR mencoba melakukan inovasi-inovasi menu minuman berbasis kopi.
EMR mengandalkan promosi mulut-ke-mulut dari pelanggan yang puas terhadap menu dan layanan Excelso. Excelso yakin, citra premium tidak hanya diciptakan dengan melakukan branding media above the line.
Dalam pengamatan Rhenald, Excelso harus terus menambah gerai. Alasannya, merek ini mulai dikenal masyarakat. Lebih mudah bagi mereka melakukan penetrasi di kala awareness brand-nya berada di atas. Apalagi, sebagai pemain lokal atau grup kapal kapi, Excelso punya keunggulan yang tak dimiliki kedai asing, yakni lebih memahami karakter dan selera konsumen Indonesia.
BANGSA-BANGSA PUN MENELUSURI “KURVA S”
“Kurva S” bukanlah melulu urusan bisnis. Kehidupan kenegaraan dan kerajaan bangsa-bangsa di dunia ternyata juga mengikuti gerak ‘kurva S”. Bangsa-bangsa yang sukses adalah bangsa-bangsa yang adaptif terhadap perubahan dan pemimpin-pemimpinnya selalu siap menghadapi perubahan. Ada masanya bangsa-bangsa besar mengalami kejayaan dalam tempo waktu yang cukup panjang di bawah pemimpin-pemimpin besar yang datang silih berganti. Tapi ada masanya pula kejayaan mereka digantikan bangsa-bangsa lain yang lebih responsif terhadap perubahan.
Jatuhnya Romawi menimbulkan perubahan yang sangat dahsyat di Eropa. Ekonomi yang tadinya berbasiskan perdagangan berubah menjadi berbasiskan pertanian karena munculnya kelompok-kelompok masyarakat dengan kesatuan yang terbatas.
Tetapi ketika Perang Salib meletus, ribuan orang Eropa dan Arab menjadi lebih sering bertemu di lautan. Perang itu tidak berlangsung terus menerus, melainkan beberapa kali terputus sehingga sesekali mereka terlihat saling berdagang. Akibatnya, terjadilah interaksi yang dinamis antara orang-orang Eropa dengan masyarakat Asia Barat, dan perdagangan di Laut Tengah menjadi marak sekali. Pada masa-masa damai, pedagang-pedagang islam dari Arab yang sudah lama berhubungan dengan pedagang-pedagang di Malaka, China, dan India memperkenalkan rempah-rempah, bahan-bahan baku, dan aneka komoditas kepada pedagang-pedagang Eropa. Maka munculah kota-kota dagang yang ramai di Eropa Barat seperti Venesia, Napoli, dan Florence. Perdagangan ini mulanya dikuasai pedagang-pedagang Arab.
Setelah Perang Salib berakhir, di Eropa mulai muncul gagasan-gagasan untuk membentuk serikat dagang. Mereka bertujuan ingin menguasai pasaran komoditas yang harganya mahal. Maka mulailah dilakukan berbagai ekspedisi untuk menemukan sumber rempah-rempah di Hindia Timur. Sejak itulah bangsa-bangsa Eropa mulai
Bangsa portugis dewasa ini memang telah menjadi bangsa termiskin di eropa barat. Tetapi kalau kita pelajari sejarahnya, bangsa ini sudah lebih dulu mendaki “kurva S”, sebelum kerajaan eropa lainya menguasai dunia. “kurva S” itu mereka daki pada akhir abad ke-15 ketika ekspedisi secara besar-besaran untuk memimpin Asia dikumandangkan kerajaanya. Bartolomeo Diaz (1486) memimpin ekspedisi untuk menemukan India dan terdampar di tanjung harapan melalui pantai afrika. Dua tahun kemudian ekspedisi itu diteruskan oleh vaco Da Gama yang akhirnya berhasil menguasai perdagangan rempah-rempah di India.
Kejayaan kerajaan portugis ternyata segera terancam. Setelah menguasi India, Malaka dan Maluku, bangsa ini kurang menaruh perhatian terhadap ilmu pengetahuan. Di sebelahnya, kerajaan Spanyol, saat itu justru sedang bergairahnya memajukan ekspedisi berbasiskan ilmu pengetahuan. Columbus pada tahun 1492 meminta bantuan kepada ratu Isabel untuk membuktikan bahwa bumi ini bulat bukan persegi. Maka lewat jalur yang berbeda, akhirnya pelaut-pelaut kerajaan spanyol sampai juga di Asia.
Bangsa Belanda menjadi sangat kaya setelah menguasai kepulauan Indonesia selama tiga setengah abad. Masa sulit yang dialami dulu semasa perang selama 80 tahun dengan spanyol (1568-1648) terbayar sudah dengan menguasai rempah-rempah dan tanaman beras di Indonesia. Berkat kegigihannya dalam memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi,kerajaan inggris berhasil menggeser peran kerajaan-kerajaan portugis, spanyol, dan Belanda. Penemuan mesin Uap mendorong inggris menjadi negeri kuat berbasiskan industri. Inggris pada abad ke-16 memasuki avbad pemikiran, sementara bangsa-bangsa lain hanya berkonsentrasi menguasai daerah jajahan belaka. Selain mesin uap, tokoh-tokoh academic lain bermunculan di inggris seperti Isaac Newton, James Watt, Edward Jenner, dan Henry Besemer.
Sampai perang dunia II, kerajaan Inggris masih tampak berjaya dan armada lautnya dengan gagah mengatakan bahwa “Matahari tak pernah tenggelam di lautan Inggris”. Cahaya kerajaan Inggris baru mulai redup setelah di Eropa pecah dan penguasaan dunia diambil alih oleh Amerika Serikat yang kebanjiran Ilmuan imigran keturunan Yahudi yang di Eropa dikejar-kejar Tentara Nazi
Seperti contoh Lee Kuan Yewe pada tahun 1959, people’s Action Party (PAP) pimpinan lee kuan yew berhasil memenangkan pemilu di Singapura dengan menguasai 41 dari 53 kursi di parlemen. Ketika Lee diangkat sebagai perdana mentri pada saat itu kas Negara dalam keadaan kosong. Lee sendiri belum tahu apa yang harus dilakukan karena kondisi Negara yang carut-marut pada saat itu. Lee pyunya impian dan beberapa pemikir. Tak ada jalan lain singapura harus berubah ia memimpikan sebuah Negara kecil yang bersih, disiplin, memegang kuat tradisi penghormatan pada orang tua, dan tentu saja kaya. Itu sebagian impian dari lee. Untuk memajukan perekonomian pemerintahan Lee meminta bantuan pada PBB agar mengirim ahli ekonominya. PBB pada tahun 1960 segera mengirim misi survey industri, yang di pimpin Dr. Albert Winsemius, yang dibantu oleh pria keturunan China
Pada saat perubahan mulai dilakukan tentu saja banyak pihak yang tidak siap akan suatu perubahan itu sendiri. Bahkan Lee sering disebut sebagai salah seorang dictator Asia yang anti demokrasi, HAM, dan kebebasan berserikat. Perubahan yang di gulirkan oleh Lee tentu tak akan berhasil kalau ia hanya berfokus pada wacan politik dan nilai-nilai belaka. Atas akar nilai-nilai ini Lee memanggil para “doer” untuk bergerak bebas mengeksekusi gagasan-gagasan kreatif mereka. Hingga pada akhirnya pemerintahan Lee mulai berangsur membaik dalam segi perekonomiannya dari mulai Negara yang tidak punya apa-apa sekarang malah menjadi salah satu Negara terkaya di dunia. Pada saat Lee melepaskan jabatanya (1990), GDP per kapita Singapura telah menjadi US$ 14.000 dan masih akan terus bertumbuh. Pada saat tulisan ini diturunkan (2004), GDP per kapitanya sudah menjadi US $22.000
Mataram ternyata rontok pada masa kejayaannya, yaitu pada Raja Airlangga (1016-1049), yangberhasil melebarkan sayapnya dari Jawa sampai Bali dan memperbesar portofolio Mataram dalam bidang maritim.
Dari segi teori perubahan, Airlangga dapat dipandang sebagai raja yang menciptakan kejayaan sekaligus menghancurkan dan menumbuhkan sesuatu yang baru.
Berakhirnya kekuasaan Kerajaan Terbesar di Asia Tenggara : Sriwijaya
Sriwijaya sudah Berjaya di sana sejak abad ketujuh, menguasai perdagangan yang diramaikan oleh pedagang-pedagang china, india dan Jepang. Sriwijaya lebih mirip sebagai konfederasi yang berpusat di ibu kotanya dan dikelilingi oleh kerajaan-kerajaan kecil yang bermuara di sungai Musi sampai selat Malaka. Dengan begitu, Sriwijaya berperan sebagai pengumpul (collecting points) bagi hasil-hasil alam yang akan dibawa ke luar negeri. Kemunduran Sriwijaya terjadi 600 tahun setelah mereka hidup Berjaya. Setelah menyerang mataram, kekuatan Sriwijaya mulai melemah. Sriwijaya jadi kehilangan control utamanya sebagai collecting point hilang maka ia kehilangan pijakan dan sumber penghasilan.
Singasari : Juga Berakhir di Masa Kejayaan
Kejayaan Singasari konon mencapai puncaknya di tangan raja terakhir, yaitu Kertanegara (1268-1292). Berbeda dengan sriwijaya yang menguasai Selat Malaka dengan memberikan upeti kepada kaisar china, kertanegara justru ingin melawannya. Pembangkangan Singasari tentu saja menimbulkan kegalauan di hati raja Mongolia, kubilai khan yang saat itu menguasai tanah china daratan. Sesampainya di Singasari ternyata Kertanegara sudah mangkat. Ia tewas dibunuh pemberontak,yaitu Jayakatwang.
Pengaruh Majapahit
Raden Wijaya adalah pemimpin yang sadar betul bahwa ia tidak bisa membangun tanpa kerja sama semua pihak. Kalau ia meneruskan warisan Singasari maka otomatis ia akan berhadapan dengan tiga lawan sekaligus, yaitu Kubhilai Khan, Jayakatwang, dan tentu saja putra mahkota keturunana langsung kertanegara. Pergaulatan menyatukan Nusantara kelak dilakukan oleh cucunya, yaitu Hayam Wuruk (1350-1389), yang dibantu oleh Mahapatihnya terkenalnya Gajahmada. Pada masa ini, konon Majapahit bukan saja berhasil menguasai Pulau Jawa, melainkan hamper seluruh wilayah Nusantara sampai ke sebelah selatan, Filiphina di utara dan wilayah papua sebelah timur.
Jumat, 29 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Agam Mayrawan (F1b007048)
BalasHapusDalam perubahan setiap organisasi mengalami pasang surut seperti kurva S. Ada kala ketika organisasi itu memuncak kariernya,setelah itu mengalami kemunduran. Bagaimana cara organisasi mampu tetap mempertahankan eksistensinya agar tidak mengalami kemunduran yang drastis ketika sudah berkembang?
Jawaban Yossia AM :
BalasHapusdalam menangani tujuh budaya negatif itu dapat dilakukan denagn membangun hubungan sosiologis antara karyawan (secara individu) denagn pemberi kerja (secara organisasi. HUbungan sosiologis merupakan fakto penting. penjelasannya sederhana, manusia memerlukan kepercayaan dalam bekerja. kepercayaan menimbulkan keyakinan, harapan, dan simbol kesatuan yang mendorong mereka terus bekerja, membangun spirit kebersamaan dan membrikan arti bagi kehidupan. jadi tempat kerja bukan sekedar terminal istirahat,melainkan memberikan arti simbolis tertentu. dalam krisis yang sarat dengan perubahan hubungan sosiologis ini perlu direkatkan sehingga 7 budaya negatif mampu seminimal mungkin dihindari.(agam mayrawan/f1b007048)
INDRA ACHMADI/ F1B007038
BalasHapusAss.
Bagaimana mereduksi hal-hal yang dapat mengakibatkan perubahan tidak membawa hasil seperti yang diharapkan seperti yang telah disampaikan di atas? Kira-kira hal mana yang dapat segera diupayakan bila diaplikasikan dalam lingkup kenegaraan atau nasional seperti saat sekarang ini? Bagi bangsa ini, mana lebih baik, dengan menciptakan masa depan dengan malakukan perubahan secara antisipatif (anticipatory change) atau berjaga-jaga dan malakukan perubahan secara reaktif (reactive change), atau juga berubah melalui krisis (crisis change)??
Terima kasih.
NURWIASIH F1B006080
BalasHapusdari penjelasan d atas “mati segan hidup tak mau” seperti kebanyakan banyak sekali perusahaan di indonesia yang tidak terawat ketika mengalami kemunduran/BAGKRUT. padahal untuk mendirikan perusahaan membutuhkan banyak sekali pengorbanan dan dana yang tidak sedikit. bagaimana tanggapan anda sebagai seorang mahasiswa dan ketika anda sebagai pemimpin tersebut STRATEGI apa yang akan di lakukan?
uchaimid F1B007004
BalasHapusdalam konteksnya orang dalm usahnya pasti kdang di atas dan kadang di bawah manjemen yang seperti apa yang sekiranya pantas di terapkan bagi masyarakat seperti hslnya para pedagang kaki lima yang marak akan penggusuran oleh pemerintah daerah? banyumas khusunya?
jawaban buat kelompok 1 maryawan
BalasHapusdari Yossia A M (F1B005007)
ada beberapa hal yang harus dipeerhatikan dalam membuat sebuah organisasi menjadi lebih berkembang dan mempunyai eksistensi yang baik,
kita melihat dari arti organisasi, organisasi merupakan kumpulan 2 orang atau lebih yang mempunyai tujuan yang sama...untuk itu ada bebrapa hal yang harus dpiperhatikan..
1. dari pengertian organisasi itu sendiri, sebuah organisasi harus mempunyai sebuah tujuan yang jelas serta beberapa perangkat untuk mencapi tujuan itu, hal itu seperti AD/ART, PO, GBHK, serta peraturan yang ada dibawahnya.
2. kesadaran orang-orang yang ada di dalam organisasi, kesadaran tentang kewajibanya yang harus dipenuhi, kemudian, kesadaran tentang etika ataupunlogika berorganisasi...bagaimana fungsi pengurus, ketua dan sebagainya
3. organisasi yang mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan budaya, sosial, ekonomi, politik, dan kemajuan teknologi...
4. adanya sebuah legalitas, maksudnya organisasi ini nerdiri dan disyahakan oleh hukum ataupun srtuktur diatasnya, semisal KMPA diakui oleh fakultas
5. adanya sebuah pengakuan dari legalitas, hal ini dimaksudkan untuk organisasi dikenal oleh masyarakat sekitar, caranya adalah dengan membuat sebuah program kerja yang dapat ataupun menyentuh masyarakat
6. adanya sebuah relasi untuk mengembangkan organisasi, baik dari dalam maupun dari luar organisasi
nisacaya dengan beberapa un sur diatas sebuah organisasi akan bisa berkembang dan menunjukan eksistensinya...
JAWABAN buat Nurwiasih (achim)
BalasHapusdari Yossia A M (F1B005007)
seperti yang ditanyakan saudari nurwiasih, bagaiman mengatasi atau strategi apa yang dilakukan untuk mengatasi organisasi yang hidup enggan matipun tak mau...
1. kita harus melekukan sebuah analisis terhadap, apa yang sedang menyerang organisasi kita sehingga organisasi bisa koleps,
2. dari analisis tersebut biasnya akan terbaca kira-kira masalah apa yang membuat organiasi kita koleps(mslh interen,mulai dari peraturan AD/ART ataupun orang-orang yang ada didalam organisasi), yang kedua tentunya permasalahn yang timbul dari luar(bisa berupa organisasi lain, ataupun perubahan ekosospolhankambud)
3. setelah itu baru kita melakukan sebuah perubahan baik peraturanya, orang dalam organisasi ataupun masalah dari luar organisasi
dengan itu dihrapkan organisasi akan menjadi lebih baik,,,
jawaban untuk uchaimid
BalasHapusdari Yossia A M (F1B005007)
jika kita mengibaratkan sebuah organisasi seperti pedagang kaki lima, kita harus melakukan beberapa hal, pertama kita liat bagaimana kita bertempat, ataupun lahan yang kita gunakan itu benar-benar sudah resmi dimiliki oleh pedagang itu atau belum....
kedua kita harus benar-benar melihat dengan teliti bagaimana peraturan yang kita buat dengan apartur pemerintahan, jangan sampai menguntungkan salah satu pihak,
ketiga, usahakan untuk mengawsi aparatur negara agar bekerja sesuai dengan fungsinya sebgaai pelayan publik
jika kita melihat kasus dibanyumas, itu terjadi sebuah pembuatan kebiajkan yang berazaz pada kekeuasaan. dimana pemerintah yang baru tidak melihta tentang sejarah Para PKL, mereka asal melakukan penantaan tanpa melihat dari sisi PKL nya....
seharusnya dalam melakukan ataupun membuat sebuah kebijakan harus dengan rasional, yaitu melihat bagaimana damapak ekonomi dari kebiajkan itu dan juga diimbangi dengan kinerja birokrasi yang baik dan sesuai dengan fungsinya
AMRIE MAULIDA ANNISA (F1B007005)
BalasHapusBagaimana menyikapi tentang teori penolakan perubahan individual untuk bisa mewujudkan terjadinya perubahan?????
trim's
Roni Nugraha F1B006084
BalasHapusdari tema kelompok anda sejumlah alasan menuntut kita untuk berubah. yang saya mau tnyakn alasan yang palong mendasar menuntut kita untuk berubah itu apa????
Jawaban untuk Roni N F1B006084
BalasHapusDari Aditya Permadi F1B004022
Menurut pendapat saya perubahan merupakan kebutuhan bagi setiap organisme, baik itu manusia, organisasi maupun perusahaan. Suatu organisme harus dapat merespon setiap perubahan yang terjadi di lingkungan sosialnya apabila ingin bertahan hidup dan dapat berkembang.